Padi jagung kedelai ( Pajale ) dan Luas Tambah Tanam ( LTT ) sudah
menjadi pembicaraana dari petani sampai bupati. , Kepala Dinas rapat Pajale, Kepala Bidang
bicara Pajale, Camat, Penyuluh, Babinsa, Kepala Desa, Gapoktan dan Kelompok
Tani sosialisasi Pajale. Di setiap sudut ruangan tidak ada topik lain
pembicaraan selain Pajale. Pajale menggoncang dunia!!!!!!! Betapa menggaungnya
Program Pajale di kalangan birokrat dan
pelaku usaha pertanian. “Dengan Program
Pajale, Luas Tanam Padi meningkat”, Kata Jawawi, Camat Muntilan
Program
swa sembada pangan melalui kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) PAJALE di Kabupaten
Magelang, komoditi padi merupakan andalan . Berkat PAJALE padi telah mampu membuktikan
adanya gerakan memberdayakan potensi
sumberdaya yang ada di wilayah Kecamatan
Muntilan Kabupaten Magelang. LTT )padi merupakan
salah satu faktor (selain faktor produktivitas) untuk meningkatkan produksi
padi di Kecamatan Muntilan dapat berhasil dengan baik. Diketahui bahwa jumlah
produksi merupakan hasil kali luas tanam dengan produktivitas. Dengan demikian,
di samping upaya peningkatan produktivitas, peningkatan LTT merupakan upaya yang
sangat penting.
UPSUS
PAJALE di Kecamatan Muntilan pada th 2016 ( periode Oktober 2015 s/d September 2016) berhasil meningkatkan
LTT padi. Dengan menggerakkan potensi sumber daya yang ada, realisasi LTT tahun
2016 meningkat dibanding tahun 2015. LTT kecamatan Muntilan pada tahun 2015
sebesar 3117 ha dan di tahun 2016
sebesar 3763 ha dari luas sawah Kecamatan Muntilan seluruhnya 1738 ha. Itu
artinya ada peningkatan sebesar 13 persen. Dan apabila dilihat dari aspek
Indeks Pertanaman (IP) juga mengalami peningkatan 0,38 dari IP 1,79 menjadi IP 2,17 (sebagaimana dijelaskan oleh
Mantri Tani Kecamatan Muntilan).
Sumber
daya birokrasi yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah kabupaten sampai
dengan tingkat desa, Dinas Pertanian, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan
Pangan, Penyuluh di kecamatan sampai
dengan Penyuluh Pertanian Swadaya, semuanya bahu membahu mendorong agar LTT
dapat meningkat. Gapoktan dan Kelompok
Tani yang merupakan kumpulan pelaku
usaha diberikan pemahaman betapa pentingnya UPSUS PAJALE menuju swasembada
pangan.
Sumber
daya lain yang tidak dapat diabaikan dalam meningkatnya LTT di Kecamatan
Muntilan adalah pengoptimalan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) yang
tersedia seperti mesin tanam, traktor, treasher, dan mesin panen. Mobilisasi
alsintan penting dilakukan agar proses produksi
dapat berjalan lebih cepat. Semakin bertambahnya ketersediaan alsintan,
upaya mobilisasi penggunaan, serta upaya meningkatkan ketrampilan operator
melalui pelatihan, memperpendek jeda waktu dari musim tanam pertama ke musim tanam
selanjutnya.
Semakin
lancarnya transportasi hasil pertanian serta akses keluar masuk alsintan juga
dirasakan merupakan faktor pendukung percepatan tambah tanam. Hal tersebut
dikarenakan telah banyak terbangunnya jalan jalan usahatani. Sumber dana untuk
membangun jalan usahatani di samping berasal dari dana pemerintah juga dari swadaya petani.
Penggunaan
benih unggul berumur pendek juga merupakan upaya yang mendukung meningkatnya
luas tanam padi di Kecamatan Muntilan. Petani didorong untuk tidak menanam padi
berumur panjang ( lebih dari empat bulan), karena padi berumur panjang biasanya
merupakan padi lokal. Di samping umurnya panjang, padi lokal cenderung lebih
beresiko terhadap serangan hama dan penyakit.
Dengan
demikian, kehebohan PAJALE dengan berbagai kegiatannya ternyata mampu
meningkatkan LTT yang pada akhirnya meningkatkan produksi padi. Sehingga
Program PAJALE kedepan dapat diteruskan untuk meningkatkan pendapatan dan kemakmuran
petani padi pada umumnya.
Ditulis oleh : SUNANDAR, SP
PENYULUH PERTANIAN MUDA
BPPK KEC. MUNTILAN, KAB. MAGELANG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar