Senin, 24 Oktober 2016

PADI JAGUNG KEDELE HEBOH, LUAS TAMBAH TANAM PADI MENINGKAT




Padi jagung kedelai ( Pajale ) dan Luas Tambah Tanam ( LTT ) sudah menjadi pembicaraana dari petani sampai bupati. ,   Kepala Dinas rapat Pajale, Kepala Bidang bicara Pajale, Camat, Penyuluh, Babinsa, Kepala Desa, Gapoktan dan Kelompok Tani sosialisasi Pajale. Di setiap sudut ruangan tidak ada topik lain pembicaraan selain Pajale. Pajale menggoncang dunia!!!!!!! Betapa menggaungnya Program Pajale  di kalangan birokrat dan pelaku usaha pertanian.  “Dengan Program Pajale, Luas Tanam Padi meningkat”, Kata Jawawi, Camat Muntilan
Program swa sembada pangan melalui kegiatan Upaya Khusus (UPSUS) PAJALE di Kabupaten Magelang, komoditi padi merupakan andalan . Berkat PAJALE padi telah mampu membuktikan adanya gerakan  memberdayakan potensi sumberdaya  yang ada di wilayah Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang.  LTT )padi merupakan salah satu faktor (selain faktor produktivitas) untuk meningkatkan produksi padi di Kecamatan Muntilan dapat berhasil dengan baik. Diketahui bahwa jumlah produksi merupakan hasil kali luas tanam dengan produktivitas. Dengan demikian, di samping upaya peningkatan produktivitas, peningkatan LTT merupakan upaya yang sangat penting.
UPSUS PAJALE di Kecamatan Muntilan pada th 2016 ( periode Oktober 2015 s/d September 2016) berhasil meningkatkan LTT padi. Dengan menggerakkan potensi sumber daya yang ada, realisasi LTT tahun 2016 meningkat dibanding tahun 2015. LTT kecamatan Muntilan pada tahun 2015 sebesar 3117  ha dan di tahun 2016 sebesar  3763 ha dari luas sawah  Kecamatan Muntilan seluruhnya 1738 ha. Itu artinya ada peningkatan sebesar 13 persen. Dan apabila dilihat dari aspek Indeks Pertanaman (IP) juga mengalami peningkatan 0,38 dari IP 1,79  menjadi IP 2,17 (sebagaimana dijelaskan oleh Mantri Tani Kecamatan Muntilan).
Sumber daya birokrasi yang terdiri dari unsur Pemerintah Daerah kabupaten sampai dengan tingkat desa, Dinas Pertanian, Badan Pelaksana Penyuluhan dan Ketahanan Pangan, Penyuluh di kecamatan  sampai dengan Penyuluh Pertanian Swadaya, semuanya bahu membahu mendorong agar LTT dapat meningkat. Gapoktan dan  Kelompok Tani yang  merupakan kumpulan pelaku usaha diberikan pemahaman betapa pentingnya UPSUS PAJALE menuju swasembada pangan.    
Sumber daya lain yang tidak dapat diabaikan dalam meningkatnya LTT di Kecamatan Muntilan adalah pengoptimalan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) yang tersedia seperti mesin tanam, traktor, treasher, dan mesin panen. Mobilisasi alsintan penting dilakukan agar proses produksi  dapat berjalan lebih cepat. Semakin bertambahnya ketersediaan alsintan, upaya mobilisasi penggunaan, serta upaya meningkatkan ketrampilan operator melalui pelatihan, memperpendek jeda waktu dari musim tanam pertama ke musim tanam selanjutnya.

Revitalisasi jaringan irigasi merupakan upaya lain untuk mempercepat olah tanah dan proses produksi selanjutnya. Beberapa kegiatan revitalisasi irigasi adalah pembuatan jaringan irigasi baru, perbaikan jaringan maupun pembersihan saluran. Sumber dana yang digunakan berasal dari anggaran pemerintah, baik pemerintah pusat, daerah sampai dengan desa, maupun swadaya petani. Kontribusi pembiayaan dari dana desa merupakan bagian terbesar dari sumber pembiayaan, di samping swadaya petani.

Semakin lancarnya transportasi hasil pertanian serta akses keluar masuk alsintan juga dirasakan merupakan faktor pendukung percepatan tambah tanam. Hal tersebut dikarenakan telah banyak terbangunnya jalan jalan usahatani. Sumber dana untuk membangun jalan usahatani di samping berasal dari dana pemerintah juga  dari swadaya petani.
Penggunaan benih unggul berumur pendek juga merupakan upaya yang mendukung meningkatnya luas tanam padi di Kecamatan Muntilan. Petani didorong untuk tidak menanam padi berumur panjang ( lebih dari empat bulan), karena padi berumur panjang biasanya merupakan padi lokal. Di samping umurnya panjang, padi lokal cenderung lebih beresiko terhadap serangan hama dan penyakit.
Dengan demikian, kehebohan PAJALE dengan berbagai kegiatannya ternyata mampu meningkatkan LTT yang pada akhirnya meningkatkan produksi padi. Sehingga Program PAJALE kedepan dapat diteruskan untuk meningkatkan pendapatan dan kemakmuran petani padi pada umumnya.

Ditulis oleh : SUNANDAR, SP
PENYULUH PERTANIAN MUDA
BPPK KEC. MUNTILAN, KAB. MAGELANG